Jelang Idul Adha, Perajin Pisau di Polanharjo Klaten Kebanjiran Pesanan

Jelang Idul Adha, Perajin Pisau di Polanharjo Klaten Kebanjiran Pesanan

KLATEN – Mendekati perayaan Idul Adha 1447 H, industri rumahan alat potong di Kabupaten Klaten mulai merasakan dampak positif. Para perajin pisau tradisional, khususnya di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, melaporkan adanya lonjakan permintaan yang signifikan untuk alat pemotong daging dan pisau sembelih.

Peningkatan Pesanan Lokal

Margo, salah satu perajin dari Dukuh Deresan, menuturkan bahwa geliat pesanan sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Fokus utama permintaan datang dari wilayah Solo Raya.

"Permintaan mulai merangkak naik, terutama dari area lokal. Produk yang paling banyak dicari adalah pisau khusus daging dan pisau untuk penyembelihan hewan kurban," ujar Margo, Senin (11/5).

Detail Lonjakan Penjualan:

  • Presentase Kenaikan: Volume pesanan meningkat sekitar 20% jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

  • Profil Pembeli: Konsumen tidak hanya didominasi oleh pedagang pasar atau pengepul, tetapi juga banyak datang dari pembeli perorangan yang ingin mempersiapkan peralatan kurban secara mandiri.

Momentum tahunan ini menjadi angin segar bagi para pandai besi tradisional di Klaten untuk mendulang keuntungan lebih atau "panen cuan" sebelum hari raya tiba.

Distribusi Hingga Luar Pulau dan Skala Produksi

Popularitas pisau buatan warga Desa Kranggan ternyata telah menjangkau pasar nasional. Margo mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mengirimkan pesanan sebanyak 4 kodi (80 bilah) ke wilayah Sulawesi.

Sebagian besar pelanggan mempercayakan penuh proses pembuatan kepada perajin, mulai dari penyediaan bahan baku hingga produk siap pakai.

"Biasanya pembeli tahu beres karena sudah percaya dengan kualitas bahan yang kami gunakan," tambah Margo.

Harga Terjangkau dengan Kapasitas Produksi Tinggi

Perajin lain, Slamet Widodo, turut merasakan tren serupa dalam sepekan terakhir. Ia menawarkan harga yang cukup kompetitif untuk berbagai ukuran:

  • Pisau Daging Besar: Rp70.000 per bilah.

  • Pisau Dapur/Kecil: Rp35.000 per bilah.

Berkat tingginya minat menjelang hari raya kurban, kapasitas produksi perajin bisa mencapai 100 bilah per hari.

Kranggan Sebagai Sentra Pande Besi

Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo, mengonfirmasi bahwa desanya merupakan pusat kerajinan pande besi yang produktif. Dari total 125 perajin di desa tersebut, spesialisasi produknya terbagi menjadi:

  • 8 Perajin Khusus: Fokus memproduksi pisau besar untuk kebutuhan Idul Adha (pisau sembelih dan daging).

  • 117 Perajin: Fokus pada produksi pisau dapur dan alat rumah tangga skala kecil.

Dukungan dari pemerintah desa dan kepercayaan pelanggan lintas pulau memperkuat posisi Desa Kranggan sebagai pemasok utama kebutuhan alat potong berkualitas, terutama saat momentum Idul Adha tiba.

Tentang Penulis

Adelia

Adelia

Kontributor