SITUBONDO â Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit truk terjadi di jalur Pantura Situbondo, tepatnya di kawasan Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo. Insiden maut yang terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 14.45 WIB ini mengakibatkan seorang balita berusia 5 tahun meninggal dunia setelah terjepit di dalam kendaraan.
Peristiwa tersebut bermula ketika kedua truk sama-sama melaju dari arah barat (Surabaya) menuju ke arah timur (Banyuwangi).
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan, kedua armada yang terlibat kecelakaan adalah:
Truk bernomor polisi DK 8824 TD, yang dikemudikan oleh pria berinisial GA (51), warga Buleleng, Bali.
Truk jenis Fuso bernomor polisi DK 8784 GT, yang dikendarai oleh SH (61), warga Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Tabrakan terjadi lantaran pengemudi truk pertama, yakni GA, mengemudikan kendaraannya dalam kondisi mengantuk berat. Akibatnya, ia kehilangan kendali dan langsung menghantam bagian belakang truk Fuso yang sedang melaju di depannya.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Situbondo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
"Berdasarkan hasil penyelidikan awal di lokasi kejadian, insiden ini diduga kuat terjadi akibat faktor kelalaian dari pengemudi truk (GA) yang mengantuk saat berkendara," jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo, Ipda Hariyanto, Senin (18/5/2026).
Saat ini, pihak berwenang tengah mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait insiden maut tersebut. Warga dan pengguna jalan diimbau untuk selalu memastikan kondisi fisik prima dan beristirahat jika merasa lelah saat berkendara di jalur cepat.
Benturan yang sangat keras menyebabkan bagian depan truk diesel bernopol DK 8824 TD ringsek parah. Kondisi ini membuat tim penyelamat sempat mengalami kesulitan besar saat mencoba mengeluarkan korban dari dalam kabin.
Korban meninggal dunia diketahui merupakan seorang balita berusia 5 tahun yang duduk sebagai penumpang di truk nahas tersebut.
"Korban yang meninggal dunia merupakan penumpang balita di truk DK 8824 TD. Korban mengembuskan napas terakhirnya akibat terjepit di antara dasbor mobil yang ringsek," papar Ipda Hariyanto.
Karena parahnya kerusakan bodi depan truk, proses evakuasi membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah berhasil dikeluarkan dari jepitan material besi, korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa balita tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Abdoer Rahem, Situbondo.
Guna kepentingan pemeriksaan dan penegakan hukum, pihak kepolisian kini telah mengamankan aset kendaraan yang terlibat kecelakaan.
"Untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, kedua unit truk yang terlibat dalam tabrakan ini sudah kami amankan di kantor Unit Laka Lantas," pungkas Hariyanto.